Mamuju, ide-ta.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Banom NU Kabupaten Mamuju siap melawan segala bentuk pemikiran dan gerakan yang dapat memecah NKRI.
Demikian disampaikan Ketua PC PMII Mamuju Refli Sakti Sanjaya di sela pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang ke-102 di Kodim 1418 Mamuju, Senin malam (03/02/25).
“Kami berharap kedepannya PMII dan Banom NU di Mamuju bisa terus bersinergi dalam membumikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah, memperkokoh persatuan antar golongan, dan menjadi tameng dalam menjaga keutuhan NKRI khususnya dari ancaman kelompok ekstrim mengatasnamakan agama yang ingin memecah belah kesatuan bangsa,” ungkap Sakti sapaan akrabnya.
Begitu pula dengan Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, siap melawan segala bentuk pemikiran dan gerakan yang dapat memecah NKRI.
Demikian disampaikan M Khalil Gibran selaku ketua panitia pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj, Istighotsah dan Doa Bersama yang dirangkaikan Peringatan Harlah NU yang ke-102.
“Melalui podium ini, kami mewakili banom Nahdlatul Ulama Kabupaten Mamuju komitmen menjaga Ukhuwah serta melawan bentuk pemikiran dan gerakan yang dapat memecah persatuan bangsa,” tegas M Khalil Gibran dalam sambutannya.
Khalil Gibran yang juga merupakan salah satu anggota Komisi II DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) tersebut berharap hubungan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia) dan Ukhuwah Islamiyah dapat dipahami dan implementasikan oleh seluruh warga negara, terkhusus warga Nahdliyin.
Sekedar diketahui, acara peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung mengangkat tema ‘Mengetuk Pintu Langit untuk Mamuju yang Diberkahi’.
Dalam acara itu, turut hadir Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, Kakanwil Kemenag Sulbar, Binda Sulbar, Kapolresta Mamuju, Kajari Mamuju, Jajaran Kodim 1418 Mamuju, Anggota DPRD Mamuju, Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Mamuju, dan lainnya termasuk sekitar ratusan jamaah.
(Ir)











