Capaian Imunisasi Bayi di Majene Naik, Data Manual Tembus 50 Persen Meski ASIK Masih 23 Persen

Majene, ide-ta.com – Kabupaten Majene menunjukkan tren positif dalam capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi bayi berdasarkan pembaruan data pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) selama November hingga Desember 2025.

Berdasarkan data pembaruan per 28 November 2025, capaian IDL tercatat sebesar 20,39 persen, kemudian meningkat menjadi 23,41 persen pada pembaruan 27 Desember 2025.

Kenaikan sebesar 3,02 persen dalam satu bulan tersebut menunjukkan adanya percepatan pelayanan imunisasi di lapangan sekaligus perbaikan proses pelaporan data secara bertahap.

Pelaksanaan program imunisasi ini sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera melalui penguatan sumber daya manusia yang unggul. Salah satu fokus utama pembangunan daerah adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar yang merata, berkualitas, dan berbasis sistem digital terintegrasi.

Meski capaian pada aplikasi ASIK masih berada di angka 23,41 persen, laporan manual dari fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Berdasarkan rekap pelayanan lapangan, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap di Kabupaten Majene telah melampaui 50 persen.

Perbedaan data tersebut terjadi karena masih terdapat pelayanan imunisasi yang belum seluruhnya terinput atau tersinkronisasi ke dalam sistem digital ASIK.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kesenjangan antara data manual dan digital menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Secara pelayanan di lapangan, capaian kita sebenarnya sudah di atas 50 persen. Tantangannya saat ini adalah memastikan seluruh data masuk ke sistem sehingga gambaran capaian riil dapat terlihat secara utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2KL), dr. Muhammad Ihwan, menjelaskan bahwa petugas masih menghadapi sejumlah kendala teknis dalam proses pelaporan digital, seperti aplikasi yang mengalami gangguan akses serta munculnya kasus data sasaran tidak ditemukan meskipun sebelumnya telah diinput.

“Kami terus berkoordinasi dengan helpdesk pusat dan mendorong validasi data secara berkala agar proses sinkronisasi berjalan optimal. Target kita bukan hanya capaian tinggi, tetapi juga kualitas data yang akurat,” jelasnya.

(Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *