Mamuju, ide-ta.com – Pembina Gerakan Vendetta Mamuju, Andika Putra mengaku kecewa kepada DPRD Mamuju yang dinilai telah mengabaikan surat audiens yang diajukan pada tanggal 7 Januari 2025 lalu.
Menurut dia, surat yang berupa permintaan dialog itu membahas berbagai isu strategis di daerah. Namun kata dia, hingga saat ini surat yang dilayangkan kepada pihak DPRD Mamuju itu belum ditanggapi secara resmi.
“Tindakan tersebut menunjukkan kurangnya perhatian DPRD terhadap aspirasi masyarakat, terutama generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sebagai wakil rakyat, DPRD seharusnya responsif terhadap setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ini bukan hanya soal surat yang tidak direspon, tetapi mencerminkan lemahnya komunikasi antara DPRD dengan konstituen mereka,” tegas salah satu aktivis Mamuju tersebut.
Olehnya itu, dalam hal ini Andika Putra meminta kepada DPRD Mamuju agar segera memberikan respon dan membuka ruang komunikasi yang inklusif dengan semua elemen masyarakat.
“Kami berharap DPRD tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak. Kalau komunikasi dengan pemuda saja tidak berjalan, bagaimana mereka bisa memahami kebutuhan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Andika.
Ia pun menegaskan akan melakukan aksi damai sebagai bentuk protes dan dorongan agar DPRD Kabupaten segera merespon.
“Aksi ini bukan untuk menciptakan konflik, tetapi untuk mengingatkan DPRD akan tanggungjawab mereka sebagai perwakilan rakyat.
Sekali lagi khususnya para wakil rakyat, untuk lebih terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat, demi terciptanya pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Mamuju Syamsuddin Hatta mengatakan pihaknya sama sekali tidak ada maksud untuk tidak merespon atau mengabaikan surat dari Gerakan Vendetta.
Ia mengaku sangat terbuka dan menghargai semua aspirasi masyarakat.
“Kita tidak ada niat mengabaikan, lebih-lebih lagi menolak. Kami terbuka menerima aspirasi masyarakat,” jelas Ketua DPRD Mamuju, Selasa (14/01/25).
(*/Ir)











